Demo Biaya Hidup di Prancis Memanas, Balai Kota Limoges Dibakar Massa Bertopeng

Demonstrasi besar terkait tingginya biaya hidup di Prancis berujung ricuh. Sekitar 550.000 orang turun ke jalan di seluruh negeri, sementara Balai Kota Limoges berusia 140 tahun dibakar massa bertopeng hingga menara dan atapnya runtuh. Empat polisi luka, empat kendaraan hancur, dan 19 orang ditahan. Di Paris, penjarahan meluas dan polisi menembakkan gas air mata.

Oct 18, 2026 - 12:02
Updated: 8 hours ago
0
Demo Biaya Hidup di Prancis Memanas, Balai Kota Limoges Dibakar Massa Bertopeng
Demo Biaya Hidup di Prancis Memanas, Balai Kota Limoges Dibakar Massa Bertopeng

Aksi demonstrasi besar-besaran yang digelar di sejumlah wilayah Prancis pada Sabtu (17/10) berakhir rusuh. Bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan terjadi di banyak titik, dengan salah satu insiden paling parah menimpa sebuah balai kota berusia 140 tahun yang mengalami kerusakan berat akibat dibakar.

Pihak berwenang memperkirakan sekitar 550.000 orang terlibat dalam aksi protes di seluruh Prancis. Massa turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan terhadap tingginya biaya hidup yang terus menekan masyarakat.

Insiden pembakaran terjadi di Balai Kota Limoges. Menurut Prefektur Haute-Vienne, sekelompok perusuh menerobos masuk ke bangunan tersebut sekitar pukul 18.00 waktu setempat sebelum membakarnya. Rekaman video yang beredar memperlihatkan menara runcing balai kota runtuh saat api melalap bagian atap.

"Petugas pemadam kebakaran dari Haute-Vienne segera dikerahkan dalam jumlah besar untuk menangani kebakaran tersebut," demikian pernyataan resmi prefektur. "Balai Kota Limoges, yang merupakan situs warisan budaya sekaligus bangunan ikonik bagi semua orang, mengalami kerusakan parah."

Prefektur menambahkan sejumlah toko di sekitar Rue Jean Jaurès juga dijarah. Prefek Haute-Vienne, Maurice Barate, mengecam keras aksi pembakaran yang disengaja terhadap balai kota tersebut beserta berbagai insiden lain di kota itu.

Menurut prefektur, sekitar 2.000 orang berkumpul di kawasan Casseaux, bagian timur kota, sekitar pukul 14.00. Dari jumlah itu, lebih dari 500 orang disebut sengaja memicu kerusuhan, sebagian di antaranya menyerang aparat dengan melemparkan berbagai benda. Empat petugas polisi mengalami luka yang tergolong lebih serius, sementara empat kendaraan polisi hancur. Massa kemudian memblokir jalan tol A20 sebelum bergerak menuju pusat kota. Polisi telah menahan 19 orang terkait aksi ini dan penyelidikan masih berlangsung.

Wali Kota Limoges, Guillaume Guérin, menegaskan bahwa berdemonstrasi adalah hak dan kemarahan masyarakat patut didengar. Namun, ia menilai tidak ada perbedaan pendapat atau keluhan yang dapat membenarkan perusakan fasilitas publik. Ia menyebut aksi kekerasan tersebut tidak dapat diterima.

Di ibu kota Paris, situasi memburuk ketika penjarahan meluas. Sekitar 110.000 orang dilaporkan berunjuk rasa di Paris pada Sabtu. Polisi menembakkan gas air mata dan menyemprotkan meriam air untuk membubarkan massa. Kru media Euronews bahkan diserang oleh para penjarah dan perusuh di dekat Place de la République saat meliput demonstrasi. Meski demikian, situasi di sejumlah kawasan lain seperti Boulevard de Clichy dan Place de Clichy di arondisemen ke-18 dilaporkan tetap berlangsung damai.

Sebagai catatan, pembangunan Balai Kota Limoges dimulai pada 1879 dan bangunan itu diresmikan pada 14 Juli 1883.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User