Citra Satelit Bongkar Kapal Mewah 80 Meter Kim Jong Un, Ada Kolam Renang dan Seluncuran Air
Citra satelit mengungkap kapal mewah sepanjang 80 meter milik Kim Jong Un yang mengapung di lepas pantai Wonsan, Korea Utara, sejak Juli. Kapal itu dilengkapi kolam renang 50 meter dan seluncuran air, dengan nilai diperkirakan mencapai lebih dari Rp1,8 triliun.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali menjadi sorotan setelah citra satelit menangkap keberadaan sebuah kapal mewah berukuran 80 meter yang berada di perairan lepas pantai Wonsan, Korea Utara. Kapal tersebut diketahui mengapung di lokasi itu sejak Juli lalu.
Hasil pengamatan citra satelit menunjukkan kapal itu memiliki fasilitas rekreasi yang lengkap. Di sepanjang dek terdapat kolam renang sepanjang 50 meter, lengkap dengan sejumlah seluncuran air di salah satu ujungnya.
Hingga kini belum ada kepastian mengenai harga kapal tersebut. Namun sejumlah perkiraan menyebut nilainya berada di kisaran puluhan juta dolar hingga lebih dari 100 juta dolar Amerika Serikat, atau setara lebih dari Rp1,8 triliun.
Sebagai perbandingan, kapal pesiar Princess milik Kim yang ukurannya jauh lebih kecil, yakni hanya 29 meter, diperkirakan bernilai sekitar 7 juta dolar AS atau sekitar Rp126 miliar.
Laporan BBC pada Sabtu (18/10) menyebutkan kapal mewah itu dipindahkan pada awal Juli ke perairan lepas pantai yang dikenal sebagai Semenanjung Kalma. Lokasi tersebut berdekatan dengan Wonsan, kawasan resor tepi laut yang kerap menjadi tempat beristirahat Kim dan keluarganya.
Wonsan sendiri memiliki keterkaitan erat dengan sejarah keluarga Kim. Kota ini merupakan tempat Kim Jong Un menghabiskan sebagian masa kecilnya bersama sang ibu, dan telah dikaitkan dengan keluarga tersebut sejak era pemerintahan ayahnya, Kim Jong Il.
Citra satelit yang diamati BBC juga memperlihatkan sejumlah kapal besar lain berada di dekat resor milik Kim. Kapal-kapal itu diyakini digunakan oleh Kim dan keluarganya.
Menurut mantan pejabat Korea Utara, para pembelot, dan sejumlah ahli, akan sangat sulit bagi siapa pun yang tidak memiliki keterkaitan dengan kepemimpinan rezim untuk memiliki atau menggunakan kapal sebesar itu secara bebas.
"Pada musim dingin, mereka akan menyimpannya di galangan kapal," ujar Ri Jong Ho, pembelot Korea Utara yang pernah menjabat di Kantor Partai Buruh Korea Utara. Ia menambahkan, "Saat musim panas tiba, mereka akan mengeluarkan dan memindahkan kapal ke vila Kim Jong Un atau ke arah Kalma, dan menggunakannya untuk berenang dan rekreasi."
Kekayaan para elite yang berada di puncak kekuasaan Korea Utara memang sulit dipastikan, sama seperti kondisi ekonomi negara tersebut. Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sejumlah pihak mengandalkan perkiraan untuk menggolongkan Korea Utara sebagai salah satu negara termiskin di dunia, meski anggaran militernya sangat besar.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)