China Siap Ganti Manusia dengan Robot di Tambang Batu Bara, Ini Alasannya

China berencana mempekerjakan robot di tambang batu bara berisiko tinggi untuk mengurangi risiko kecelakaan. Rencana ini tertuang dalam Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030) dan akan memperluas penggunaan AI serta robotika dalam operasional tambang, termasuk di area rawan bencana. Robot akan menggantikan manusia pada pekerjaan berbahaya seperti pembuatan terowongan, inspeksi, dan penyelamatan.

Aug 15, 2026 - 06:09
Aug 15, 2026 - 06:09
 0
China Siap Ganti Manusia dengan Robot di Tambang Batu Bara, Ini Alasannya
China Siap Ganti Manusia dengan Robot di Tambang Batu Bara, Ini Alasannya

China mengambil langkah maju dalam industri pertambangan dengan berencana mengganti pekerja manusia dengan robot di area tambang batu bara yang memiliki risiko tinggi. Kebijakan ini merupakan bagian dari Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030) yang diluncurkan oleh Badan Perencana Ekonomi Utama dan Regulator Energi China, dengan tujuan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan robotika secara lebih luas untuk menangani operasional tambang.

Dalam rencana tersebut, China akan memperdalam inisiatif AI Plus di sektor batu bara dengan mengumpulkan dan mengintegrasikan data berbasis AI, serta memperluas penggunaannya dalam berbagai skenario penting. Skenario itu mencakup eksplorasi dan desain, konstruksi dan produksi, pemeliharaan operasional, hingga manajemen keselamatan kerja.

Melansir Global Times pada Senin (10/8), rencana ini juga mendorong percepatan pengembangan model bahasa besar (LLM) khusus untuk sektor batu bara, dengan fokus pada inovasi penginderaan cerdas, pengambilan keputusan mandiri, dan kendali cerdas. Selain itu, pemerintah China menekankan pentingnya membangun tambang batu bara percontohan yang menerapkan AI secara terpadu untuk meningkatkan keselamatan kerja.

Inovasi ini secara khusus ditujukan untuk tambang yang rawan bencana atau pernah mengalami kecelakaan besar. Robot akan diprioritaskan menggantikan manusia di pos-pos kerja berbahaya, seperti pembuatan terowongan, inspeksi, penyelamatan, penyangga atap tambang, dan peledakan. Para pengamat industri menilai langkah ini menandai pergeseran dari proyek percontohan menuju penerapan otomatisasi skala besar.

Lin Boqiang, Direktur Pusat Penelitian Ekonomi Energi Cina di Universitas Xiamen, menyatakan bahwa peralatan berbasis AI dapat meningkatkan kemampuan peringatan dini dan tanggap darurat secara signifikan. "Hal ini membantu area pertambangan bertransisi menuju operasional yang minim pekerja hingga tanpa pekerja sama sekali, sehingga meminimalkan risiko bahaya bagi para pekerja," ujarnya.

Lin menambahkan bahwa robot unggul dalam menangani tugas-tugas berbahaya, seperti patroli di sumur tambang sedalam 50 meter, deteksi kebocoran gas, hingga pengangkatan beban berat. Pekerjaan-pekerjaan berbahaya seperti itulah yang memang seharusnya diambil alih oleh robot.

Sejumlah perusahaan teknologi China telah mengembangkan robot tambang sejak beberapa waktu terakhir. DEEP Robotics, misalnya, fokus pada penggunaan robot berkaki empat untuk inspeksi tambang dan penyelamatan darurat. Pada Mei lalu, perusahaan bekerja sama dengan Departemen Manajemen Darurat Provinsi Zhejiang dan lembaga lainnya meluncurkan peralatan pintar berbasis fisik serta menggelar simulasi pemeriksaan lokasi dan penyelamatan di terowongan tambang Changshan.

Uji coba itu menggunakan robot berkaki roda Lynx M20 buatan DEEP Robotics sebagai platform bergerak. Robot ini mengintegrasikan LLM dengan sistem komputasi di dalam perangkat, serta dilengkapi berbagai perangkat pendukung seperti pod kamera dual-spectrum, modul 5G, dan unit edge computing. Sementara itu, Lingbao CASBOT membentuk perusahaan patungan yang berfokus pada penelitian dan penerapan robot pintar berbasis fisik untuk penambangan bawah tanah, dan kini terlibat dalam proses krusial seperti pengeboran batuan, pemasangan bahan peledak, dan pemasangan penyangga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0