China Setuju Kurangi Ekspor Mobil Hybrid ke Uni Eropa, Perang Dagang Berhasil Diredam

China sepakat memangkas ekspor mobil hybrid ke Uni Eropa untuk mencegah eskalasi perang dagang. Kesepakatan dicapai dalam diskusi dua hari di Beijing antara Menteri Perdagangan China Wang Wentao dan Kepala Perdagangan UE Maros Sefcovic. China juga berkomitmen melanjutkan pasokan mineral tanah jarang ke Eropa, dengan pertemuan lanjutan dijadwalkan pada Maret mendatang.

Oct 10, 2026 - 12:01
Updated: 12 hours ago
0 0
China Setuju Kurangi Ekspor Mobil Hybrid ke Uni Eropa, Perang Dagang Berhasil Diredam
China Setuju Kurangi Ekspor Mobil Hybrid ke Uni Eropa, Perang Dagang Berhasil Diredam

Pemerintah China menyatakan kesediaannya mengurangi volume ekspor mobil hybrid ke Uni Eropa. Langkah ini diambil untuk mencegah memanasnya perang dagang antara kedua pihak yang sempat menjadi kekhawatiran banyak kalangan.

Kesepakatan tersebut lahir dari pembicaraan intensif selama dua hari di Beijing antara Menteri Perdagangan China Wang Wentao dan Kepala Perdagangan Uni Eropa Maros Sefcovic. Kementerian Perdagangan China menilai negosiasi itu berjalan sukses dan menjadi titik awal baru dalam menyelesaikan perbedaan melalui jalur dialog.

"Hasil dan kesepakatan yang dicapai kedua pihak sepenuhnya menunjukkan bahwa China dan UE memiliki kemauan serta kebijaksanaan untuk mengelola dan menangani perbedaan secara tepat melalui dialog dan konsultasi, serta secara efektif menghindari eskalasi ketegangan," ujar Kementerian Perdagangan China dalam pernyataan resminya, Sabtu (10/10), seperti dikutip AFP.

Kesepakatan ini dirancang sejalan dengan ketentuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Dalam kerangka itu, China bersedia membatasi aliran ekspor kendaraan hibridanya ke Uni Eropa. Kementerian Perdagangan China menyebut diskusi mencakup perdagangan kendaraan listrik dan hibrida, upaya menghindari eskalasi situasi, serta perlindungan terhadap kepentingan ekspor perusahaan-perusahaan China.

Sefcovic mengungkapkan bahwa langkah tersebut membuka peluang pemangkasan ekspor kendaraan hibrida dari China hingga lebih dari setengahnya berdasarkan proyeksi empat tahun ke depan. Pembatasan ini diharapkan mampu meredakan tekanan yang dialami produsen otomotif lokal Eropa akibat ketatnya persaingan pasar, terlebih saat pabrikan China gencar mencari pasar alternatif seiring melemahnya permintaan domestik.

Isu ekspor otomotif ini sebelumnya menjadi sorotan di tengah melonjaknya surplus perdagangan China dengan Uni Eropa yang mencapai sekitar 1 miliar euro per hari. Angka tersebut memicu tudingan dari pihak Eropa bahwa China melakukan praktik perdagangan tidak adil, seperti mendukung perusahaan melalui subsidi besar-besaran, melakukan dumping harga, dan memanipulasi mata uang.

Selain menyepakati pembatasan di sektor otomotif, negosiasi tersebut juga menghasilkan komitmen China untuk tetap melanjutkan pasokan komoditas esensial ke Uni Eropa, termasuk mineral tanah jarang. Komitmen ini mengakhiri kekhawatiran Eropa yang sempat mencuat sejak Beijing memberlakukan persyaratan lisensi ekspor pada tahun lalu.

Rencananya, kedua belah pihak akan kembali menggelar pertemuan lanjutan pada Maret mendatang untuk terus mengawal isu-isu ekonomi dan perdagangan strategis. "Kedua pihak akan terus meningkatkan upaya untuk menangani isu-isu ekonomi dan perdagangan penting yang menjadi perhatian bersama," ungkap Kementerian Perdagangan China.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User