China Bangun Lift Kaca 280 Meter di Tebing, Anak Sekolah Tak Lagi Susuri Jalan Berbahaya
China merampungkan pembangunan lift tebing setinggi 280 meter di Provinsi Yunnan untuk memudahkan akses anak-anak pedalaman menuju sekolah. Lift bernama Fuyao ini melengkapi Qingyun yang telah beroperasi, memangkas waktu tempuh dan meningkatkan keselamatan. Selain itu, kehadiran lift ini mendongkrak pariwisata dan ekonomi warga setempat.
China kembali mencatatkan inovasi infrastruktur yang luar biasa. Dua lift kaca yang menempel di tebing curam setinggi 280 meter kini berdiri di ngarai Nizhue, Provinsi Yunnan, barat daya China. Lift ini dirancang khusus untuk mempermudah akses anak-anak sekolah di daerah terpencil menuju gedung sekolah mereka.
Proyek ambisius ini diberi nama Fuyao, yang baru saja selesai dibangun. Fuyao hadir sebagai pendamping lift sebelumnya, Qingyun, yang telah beroperasi sekitar empat tahun lalu. Kedua lift ini menjadi semacam 'bus sekolah langit' yang menghubungkan Desa Nizhuhe di dasar ngarai dengan SD Desa Guanzhai yang berada di dataran tinggi.
Cai Xiong, Chairman dari Xuanwei Yatuo Tourism Development, perusahaan konstruksi di balik proyek ini, menjelaskan bahwa Fuyao melintasi dinding tebing tegak lurus setinggi 288 meter. Artinya, jalur tempuhnya 20 meter lebih tinggi dibandingkan Qingyun. "Fuyao bergerak dari dasar ke puncak hanya dalam waktu 50 detik, hampir dua kali lebih cepat dibandingkan Qingyun. Lift ini juga mampu mengangkut hingga 81 penumpang sekaligus, hampir dua kali lipat dari kapasitas sebelumnya," ujar Cai.
Nama kedua lift tersebut terinspirasi dari karya sastra klasik China. Qingyun bermakna "membumbung tinggi ke angkasa", sementara Fuyao diterjemahkan sebagai "mengejar cita-cita yang lebih tinggi". Filosofi ini sejalan dengan tujuan utama pembangunan lift, yaitu memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak di kawasan terpencil.
Sebelum lift ini dibangun, perjalanan menuju sekolah sangat berbahaya. Anak-anak harus menyusuri jalan setapak curam berkelok-kelok dengan pijakan kaki yang dipahat di bebatuan serta rantai sebagai pagar pengaman. Kini, setelah berjalan kaki sejauh satu kilometer dari rumah, mereka dapat menaiki lift secara gratis, lalu melanjutkan perjalanan dengan kereta gantung. Total waktu tempuh ke sekolah menjadi kurang dari setengah jam.
Selain memberikan manfaat bagi pendidikan, kehadiran kedua lift ini juga berdampak positif pada sektor pariwisata. Sejak Qingyun dibangun, kawasan wisata ngarai ini telah menyambut lebih dari 1 juta pengunjung. Dengan kapasitas gabungan kedua lift yang mampu melayani hingga 1.200 penumpang per jam, lonjakan pengunjung harian meningkat drastis dari 4.000 menjadi 15.000 orang.
Cai Xiong optimistis tren ini akan terus berlanjut. "Jika tren ini terus berlanjut, kami memperkirakan akan ada lebih dari 600.000 wisatawan tahun depan, dengan proyeksi pendapatan dari lift melampaui 3 juta yuan (sekitar Rp7,9 miliar)," katanya. Kehadiran lift ini tidak hanya memudahkan akses pendidikan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan warga setempat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)