CEO Volkswagen Sebut Kondisi Perusahaan Lebih dari Kritis, Sejumlah Pabrik Terancam Ditutup
CEO Volkswagen Oliver Blume menyebut kondisi perusahaan lebih dari kritis di tengah tekanan industri otomotif global dan persaingan dengan produsen China. Volkswagen mempertimbangkan pemangkasan tenaga kerja besar-besaran dan belum melihat jalan agar sejumlah pabrik di Jerman tetap menguntungkan pada dekade 2030an.
CEO Volkswagen Oliver Blume mengungkapkan bahwa kondisi perusahaan saat ini berada dalam situasi yang lebih dari kritis. Pernyataan itu disampaikannya di tengah tekanan industri otomotif global, persaingan dengan produsen China, hingga ancaman penutupan sejumlah pabrik. Blume akan menjelaskan rencana penghematan dan restrukturisasi perusahaan dalam pertemuan dengan para pekerja Volkswagen di sejumlah fasilitas di Jerman.
Menurut Blume, Volkswagen dan industri otomotif Jerman tengah menghadapi perubahan terbesar dalam sejarah akibat berbagai tekanan global dan persaingan dari produsen China. "Situasi yang kami hadapi saat ini lebih dari kritis," ujar Blume dalam wawancara yang dipublikasikan di intranet perusahaan, mengutip AFP, Senin (24/8).
Blume menilai tingkat keuntungan Volkswagen saat ini belum cukup untuk memastikan perusahaan memiliki sumber daya jangka panjang guna mengembangkan teknologi, produk baru, maupun mempertahankan lokasi produksinya. Volkswagen pun tengah mempertimbangkan pemangkasan tenaga kerja dalam jumlah besar. Meski demikian, Blume menegaskan belum ada keputusan final mengenai penutupan pabrik.
Kendati belum ada keputusan final, Blume menyebut perusahaan belum melihat jalan agar sejumlah pabrik dapat tetap mencetak keuntungan pada dekade 2030an. Pabrik yang dimaksud berada di Emden, Hannover, Zwickau, dan Neckarsulm. "Kami saat ini tidak dapat melihat cara agar (pabrik) di Emden, Hannover, Zwickau dan Neckarsulm tetap menguntungkan pada 2030an," jelasnya.
Blume menegaskan penutupan pabrik akan menjadi solusi terakhir. Karena itu, Volkswagen masih mencari alternatif penggunaan fasilitas yang produksinya kemungkinan dihentikan. Salah satunya adalah pabrik di Osnabrueck. Perusahaan disebut tengah melakukan pembicaraan lanjutan dengan sejumlah perusahaan dari industri pertahanan untuk mencari penggunaan alternatif bagi fasilitas tersebut.
Selain potensi penutupan pabrik, Volkswagen juga menghadapi persoalan kelebihan produksi di Eropa. Blume memperkirakan terdapat kapasitas produksi berlebih hingga sekitar 500 ribu kendaraan per tahun.
Tekanan terhadap Volkswagen tidak hanya berasal dari persaingan dengan produsen China. Blume juga menyoroti tarif Amerika Serikat, perang di Timur Tengah, serta beban regulasi sebagai tantangan yang semakin memperberat kondisi perusahaan.
Ketika ditanya apakah situasi industri otomotif akan membaik, Blume justru memperingatkan bahwa risiko global berpotensi semakin memburuk. "Sebaliknya, kita harus berasumsi bahwa risiko akan semakin memburuk di seluruh dunia," pungkasnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0