Calon Senator Muslim AS Dituduh Simpati Ikhwanul Muslimin, Jawabannya Menohok
Abdul El Sayed, calon senator Muslim dari Michigan, membantah tuduhan Partai Republik bahwa ia simpatisan Ikhwanul Muslimin. Ia menilai serangan itu sebagai strategi kampanye yang mengedepankan loyalitas ganda dan mengabaikan isu nyata. El Sayed juga menegaskan kesetiaannya pada Konstitusi AS.
Calon senator Muslim untuk Michigan, Amerika Serikat, Abdul El Sayed, angkat bicara menanggapi tuduhan dari Partai Republik yang menudingnya mendukung dan bersimpati kepada Ikhwanul Muslimin (Muslim Brotherhood), kelompok yang oleh AS dianggap sebagai organisasi teroris. Tuduhan itu muncul menjelang pemilihan sela pada 3 November mendatang.
El Sayed secara terbuka mengecam Ikhwanul Muslimin setelah Partai Republik terus menggunakan latar belakang keluarganya sebagai senjata serangan. "Saya ingin membahas mengapa mereka ingin menjadikan ini sebagai strategi kampanye penutup mereka," kata El Sayed kepada awak media usai rapat umum di Flint, Minggu (18/10), seperti dikutip CNN.
Menurut El Sayed, lawan politiknya sengaja mengangkat isu loyalitas ganda yang tersirat. "Ini punya sejarah panjang dalam politik kita, gagasan bahwa orang mungkin berdoa sedikit berbeda, memiliki loyalitas ganda," ujarnya. Ia menambahkan bahwa Partai Republik pernah melakukan hal serupa terhadap John F. Kennedy saat mencalonkan diri sebagai presiden dan Barack Obama. "Ini bukan hal baru. Inilah yang mereka lakukan saat mereka tak punya pesan soal isu-isu nyata dalam kehidupan masyarakat," tegasnya.
Partai Republik kian gencar menyoroti agama El Sayed. Mereka menyoroti unggahan El Sayed pada 2012 yang menandatangani surat terbuka mendukung Presiden Mesir saat itu, Mohammed Morsi, yang terpilih dengan dukungan Ikhwanul Muslimin setelah pemerintahan otoriter digulingkan. Partai berhaluan kanan itu juga memanfaatkan cuitan lama saudara tiri El Sayed, Eman Abdel Hedi, yang kembali beredar di media sosial. "Percakapan luar biasa dengan ibu saya soal aktivismenya di Ikhwanul Muslimin pada awal 70-an saat dia masih kuliah," demikian bunyi cuitan tersebut di X.
El Sayed menjelaskan bahwa orang tuanya bercerai saat ia berusia 3 tahun. Ia dibesarkan di Michigan bersama ayah dan ibu tirinya, sehingga tidak mengetahui aktivitas ibunya di Mesir pada tahun-tahun tersebut. Dalam debat baru-baru ini, lawan politiknya dari Partai Republik, Mike Rogers, menyebut ibu El Sayed bekerja untuk Islamic American Relief Agency, organisasi yang ditetapkan AS sebagai pendukung terorisme. "Apakah Anda mengincar ibu saya?" tanya El Sayed. "Saya sedang mengejar organisasi yang didakwa menyalurkan uang ke Al Qaeda," balas Rogers. "Itu ibumu. Ibu saya bekerja di kamar dagang dan industri kecil. Saya mempertaruhkan ibu saya kapan saja untuk pekerjaan itu," tambah Rogers.
El Sayed menilai Rogers hanya ingin membahas segala hal kecuali rekam jejaknya sendiri. Tuduhan serupa juga muncul saat El Sayed menggelar pertemuan publik di Caro. Seorang peserta bertanya, "Abdul, maukah Anda meninggalkan Ikhwanul Muslimin?" Tidak ada keterangan lebih lanjut apakah peserta tersebut masyarakat umum atau pendukung Partai Republik. El Sayed membantah dan mengecam pertanyaan itu yang secara implisit menganggapnya memiliki kesetiaan ganda. "Anda berasumsi karena saya Muslim, entah bagaimana akan punya kesetiaan kepada sesuatu yang bukan Konstitusi kita," jawabnya. "Bagi saya, Konstitusi itu adalah pedoman hidup," pungkas El Sayed.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)