Bukan Presiden, Menantu Berusia 35 Tahun Ini Disebut Kuasai Sierra Leone dan Kendalikan Bisnis Kokain

Sierra Leone disebut berubah menjadi negara narkoba sejati karena dikendalikan Jos Leijdekkers, menantu Presiden Julius Maada Bio. Pria Belanda berusia 35 tahun itu disebut menghasilkan 150 juta dolar AS per bulan dan menguasai pelabuhan Freetown untuk pengiriman kokain ke Eropa. Belanda telah meminta ekstradisi, tetapi Sierra Leone membantah mengenalnya.

Oct 17, 2026 - 08:02
Updated: 8 hours ago
0 0
Bukan Presiden, Menantu Berusia 35 Tahun Ini Disebut Kuasai Sierra Leone dan Kendalikan Bisnis Kokain
Bukan Presiden, Menantu Berusia 35 Tahun Ini Disebut Kuasai Sierra Leone dan Kendalikan Bisnis Kokain

Sierra Leone, negara kecil di Afrika Barat, kini mendapat julukan sebagai "negara narkoba sejati". Julukan itu muncul setelah terungkapnya pengiriman kokain dalam jumlah besar dari negara tersebut menuju sejumlah negara Eropa.

Liputan The Guardian yang dikutip CNN Indonesia menyebut sosok yang mengendalikan negara itu bukanlah Presiden Julius Maada Bio, melainkan menantunya, Jos Leijdekkers. Pria berusia 35 tahun asal Belanda itu disebut sebagai raja kokain terkemuka di Eropa.

Penilaian intelijen menyebut Leijdekkers mengimpor kokain dalam volume sangat besar hingga berulang kali membuat pasar kokain Eropa anjlok. Pada 2025, ia bahkan menurunkan harga grosir narkoba tersebut hingga setengahnya. Beberapa sumber intelijen mengonfirmasi bahwa ia telah mengubah Sierra Leone menjadi negara narkoba sejati pertama di dunia.

"Ini adalah penguasaan negara oleh jaringan kriminal dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata seorang pejabat Barat.

Menurut sumber intelijen, setidaknya 14 orang tewas di Sierra Leone atas perintah Leijdekkers. Sejumlah perwira polisi berpangkat tinggi diyakini dibunuh atas perintahnya, sementara perwira lain memilih melarikan diri karena takut menjadi korban berikutnya. "Jika Anda menghalangi jalannya, dia akan menghabisi Anda," ujar seorang sumber intelijen.

Sumber-sumber intelijen memperingatkan bahwa jaringan Leijdekkers terus berkembang pesat. "Seluruh wilayah Afrika Barat berada dalam risiko," kata seorang pejabat Belanda. Ketika badan intelijen Belanda melacaknya ke Sierra Leone pada 2024, Leijdekkers disebut telah membangun kerajaan kokain yang luas dari nol.

"Dia sangat mahir dalam beradaptasi dan membina hubungan," kata seorang pejabat. Menurutnya, Leijdekkers berhasil memenangkan hati orang-orang paling berpengaruh di Sierra Leone, termasuk menikahi putri presiden, Agnes Bio, dan membangun keluarga. Para pejabat tinggi Sierra Leone disebut berpesta dengan pria itu, kepala imigrasi mengurus paspor diplomatiknya, dan orang yang bertugas menyelidiki penyelundup kokain menjadi teman minumnya.

Informasi intelijen menyebut Leijdekkers meraup keuntungan bulanan sekitar 150 juta dolar AS atau setara 113 juta poundsterling, lebih besar daripada biaya operasional seluruh negara Sierra Leone. Ratusan orang dilaporkan berada dalam daftar gajinya, termasuk tokoh senior militer dan kepolisian. Yang paling didambakan Leijdekkers adalah pelabuhan Freetown, yakni Dermaga Queen Elizabeth II yang strategis di antara Amerika Selatan sebagai penghasil kokain dan pasar Eropa yang berkembang pesat.

Pada Agustus 2023, Yankuba Bio, paman istri Leijdekkers, menjadi kepala pelabuhan. Yankuba membantah memiliki hubungan dekat dengan siapa pun yang diidentifikasi sebagai Jos Leijdekkers. Namun, sumber menyebut pejabat pelabuhan yang digaji Leijdekkers menerima 2.000 dolar AS per bulan, lebih dari 30 kali rata-rata penghasilan nasional.

Pada Januari 2025, Belanda mengirimkan permintaan ekstradisi kepada Sierra Leone terhadap buronan yang telah dijatuhi hukuman in absentia lebih dari 100 tahun penjara atas sejumlah kejahatan, termasuk percobaan pembunuhan. Sierra Leone membantah mengenal pria tersebut. Bagi Leijdekkers, penolakan itu menjadi momen penting karena ia memperoleh perlindungan negara. Kepercayaan dirinya memuncak ketika kapal kargo hijau bernama Arconian bersandar di pelabuhan Freetown pada 18 April 2026. Selama empat hari berikutnya, sekitar 30 ton kokain diangkut ke atas kapal tersebut menurut intelijen Barat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User