BMKG Peringatkan Hujan Lebat 17-19 Oktober, Aceh dan Sumut Berstatus Siaga
BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan untuk periode 17-19 Oktober 2026. Sebanyak 14 wilayah berstatus Waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat, sementara Aceh dan Sumatra Utara berstatus Siaga karena berpotensi dilanda hujan lebat hingga sangat lebat. Meski demikian, sekitar 76 persen zona musim di Indonesia masih mengalami musim kemarau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca hujan untuk periode 17-19 Oktober 2026. Dalam peringatan tersebut, sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, dengan dua provinsi berstatus Siaga.
Aceh dan Sumatra Utara menjadi wilayah dengan status Siaga karena berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat. Sementara itu, tidak ada wilayah yang berstatus Awas maupun menerima peringatan dini angin kencang pada periode ini.
Selain dua provinsi tersebut, BMKG mencatat 14 wilayah lain yang berstatus Waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat. Wilayah itu meliputi Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua.
Meski sejumlah wilayah berpotensi diguyur hujan, BMKG mencatat sekitar 76 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia masih mengalami musim kemarau, terutama di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Sementara itu, sekitar 8 persen ZOM telah memasuki musim hujan.
Dalam Prakiraan Cuaca Indonesia Sepekan Periode 16-22 Oktober 2026, BMKG menjelaskan kondisi tersebut berpotensi memperpanjang kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah yang masih minim hujan. Wilayah yang dimaksud meliputi Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, serta Papua Selatan.
Kendati curah hujan secara umum diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, peluang hujan tetap ada di sejumlah daerah. Dinamika atmosfer regional dan lokal dinilai dapat mendukung pembentukan awan hujan dalam waktu relatif singkat.
BMKG juga memaparkan sejumlah faktor atmosfer yang berperan. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial diprakirakan aktif di sebagian Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara. Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra.
Selain itu, Gelombang Kelvin diprakirakan aktif di sebagian Sumatra Selatan, Bangka Belitung, sebagian besar Kalimantan, pesisir selatan Jawa, sebagian besar Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Aktivitas gelombang atmosfer tersebut berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan secara lokal.
Pola pertemuan dan perlambatan angin di sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua turut mendukung pemusatan massa udara serta pertumbuhan awan hujan. Suhu muka laut yang relatif hangat di perairan sekitarnya juga membantu menyediakan uap air di atmosfer.
"Kombinasi faktor tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang secara lokal," tulis BMKG dalam prakiraan tersebut.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)