BGN Resmikan 980 Dapur MBG di Wilayah 3T, Peringatkan Bahaya Calo Berkedok Aktivasi

Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengoperasikan 980 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) atau dapur MBG di 16 provinsi, difokuskan untuk wilayah 3T dan daerah dengan angka stunting tinggi. Di tengah perluasan program, BGN memperingatkan maraknya aksi calo yang meminta uang Rp100 juta hingga Rp200 juta untuk aktivasi dapur, dan meminta masyarakat segera melapor ke polisi.

Oct 14, 2026 - 08:02
Updated: 8 hours ago
0 0
BGN Resmikan 980 Dapur MBG di Wilayah 3T, Peringatkan Bahaya Calo Berkedok Aktivasi
BGN Resmikan 980 Dapur MBG di Wilayah 3T, Peringatkan Bahaya Calo Berkedok Aktivasi

Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengoperasikan 980 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang diprioritaskan bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan angka stunting tinggi. Peluncuran dilakukan secara serentak di 16 provinsi pada pekan ini.

Kepala BGN Sudaryono merinci, sebanyak 691 SPPG dibangun di wilayah Pulau Sumatera, sedangkan 289 SPPG lainnya tersebar di Kalimantan dan Bali. Peresmian dipusatkan di Leupung, Aceh Besar, Rabu (14/10).

"Ini untuk wilayah 3T dan daerah dengan tingkat stunting yang sangat tinggi. Total 980 SPPG yang diresmikan secara serentak di 16 provinsi, yang dipusatkan di Aceh Besar," ujar Sudaryono.

Di tengah masifnya perluasan program, BGN melayangkan peringatan keras soal maraknya penipuan dan percaloan berkedok aktivasi dapur MBG. Sudaryono menegaskan seluruh proses aktivasi dapur berjalan murni berdasarkan sistem, tanpa perantara.

BGN memastikan tidak pernah memberikan otorisasi, memerintahkan pihak mana pun, atau menggunakan jasa calo. Masyarakat diminta waspada terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan Pimpinan BGN.

"Temuan kita di lapangan ditemukan adanya oknum di Cilacap dan beberapa wilayah lain yang meminta uang dengan nominal Rp100 juta, Rp150 juta, hingga Rp200 juta," katanya.

Sudaryono mengimbau masyarakat dan calon penyedia layanan agar tidak takut mengambil foto oknum tersebut sebagai bukti, lalu segera melaporkannya kepada pihak kepolisian jika menemukan praktik pungutan liar.

Ia juga mengakui masih ada sejumlah persoalan di lapangan. Karena itu, BGN terus mengevaluasi dan memperbaiki tata kelola, sistem, hingga memantapkan kesiapan personel.

"Kepala daerah beserta Satgas MBG di daerah kita harap dapat aktif mengawasi dapur-dapur di wilayahnya, khususnya terkait masalah kebersihan dan higienitas," ujarnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User