5 Ton Rendang Disiapkan untuk Korban Gempa NTT, 700 Kg Sudah Terbang via TNI AU

LKAAM Sumbar bersama Gebu Minang Sumbar menyiapkan 5 ton rendang untuk korban gempa NTT. Sebanyak 700 kg telah dikirim melalui penerbangan TNI AU. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Minangkabau dan akan dikirim secara bertahap.

Aug 22, 2026 - 07:24
Updated: 2 months ago
0 1
5 Ton Rendang Disiapkan untuk Korban Gempa NTT, 700 Kg Sudah Terbang via TNI AU
5 Ton Rendang Disiapkan untuk Korban Gempa NTT, 700 Kg Sudah Terbang via TNI AU

Padang, InfoSumbar – Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat bersama Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang) Sumbar menggelar aksi kemanusiaan dengan menyiapkan 5 ton rendang untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi memasak rendang ini berlangsung di Kantor LKAAM Sumbar pada Senin (17/8/2026) dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Padang sekaligus Ketua DPW Gebu Minang Sumbar, Fadly Amran, serta Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar.

Dalam kesempatan tersebut, Fadly Amran mengapresiasi langkah cepat LKAAM dan Gebu Minang Sumbar dalam merespons bencana yang melanda NTT. Menurutnya, gerakan ini merupakan bentuk nyata kepedulian masyarakat Minangkabau terhadap sesama yang sedang menghadapi musibah. "Kita patut memberikan apresiasi kepada Gebu Minang Sumbar dan LKAAM Sumbar yang begitu cepat mengambil langkah untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Ini merupakan bentuk kepedulian para niniak mamak kepada anak kemenakan yang sedang menghadapi musibah," ujar Fadly.

Untuk mempercepat pemenuhan target 5 ton rendang, Fadly meminta LKAAM Sumbar dan Gebu Minang memanfaatkan Sentra Rendang Kota Padang. Pemerintah Kota Padang, lanjutnya, siap memberikan dukungan agar bantuan tersebut dapat segera diproduksi dan dikirimkan kepada masyarakat terdampak. "Kami juga mengajak berbagai pihak di Sumbar untuk bersama-sama mendukung gerakan kemanusiaan ini. Ketika Kota Padang mengalami gempa bumi pada 2009 dan bencana hidrometeorologi pada 2025 lalu, banyak pihak yang datang membantu. Karena itu, saat saudara-saudara kita di NTT menghadapi musibah, sudah sepatutnya kita hadir dan memberikan bantuan," katanya.

Fadly menilai bantuan rendang tidak hanya menjadi bentuk kepedulian, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong masyarakat Minangkabau dalam menghadapi berbagai situasi kebencanaan. "Ketika bencana terjadi, tentu kita harus mengikhlaskan bahwa ini adalah sebuah cobaan. Setelah itu, kita harus bekerja keras dan berupaya meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak. Inilah esensi dari pertemuan kita pada hari ini," tuturnya.

Sementara itu, Ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar mengungkapkan bahwa sebanyak 700 kilogram rendang telah dikirimkan melalui penerbangan TNI Angkatan Udara. Bantuan tersebut selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di NTT. Fauzi menyebut pengiriman 700 kilogram rendang tersebut merupakan tahap awal dari target total bantuan sebanyak 5 ton. "Target kita sebanyak 5 ton rendang, dan akan kita kirim secara bertahap. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana di NTT," ujarnya.

Menurut Fauzi, rendang dipilih sebagai bantuan pangan karena memiliki karakteristik yang sesuai untuk kondisi darurat bencana. Selain siap santap, rendang juga relatif tahan lama dan praktis untuk dikonsumsi. "Kita memilih rendang karena merupakan makanan yang siap santap, tahan lama, dan praktis dikonsumsi oleh warga di lokasi bencana. Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat, dan menjadi bagian dari kepedulian masyarakat Minangkabau untuk saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah," katanya.

Fauzi menambahkan, gerakan kemanusiaan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat Minangkabau, di antaranya Bundo Kanduang, Himpunan Pengusaha Randang Minangkabau (Hipermi), serta Gebu Minang Peduli. Aksi ini sekaligus menunjukkan bahwa rendang tidak hanya memiliki nilai budaya dan kuliner bagi masyarakat Minangkabau, tetapi juga dapat menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User