Target Rp200 M per Bank BUMN, Danantara Optimistis KPR Mengalir Deras di Housing Expo 2026

BPI Danantara menargetkan penyaluran KPR sekitar Rp200 miliar dari masing-masing bank BUMN dalam Danantara Housing Expo 2026 yang digelar 27-30 Agustus. Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, menyebut target tersebut sebagai upaya Himbara memperluas akses pembiayaan perumahan. Pameran menawarkan DP mulai 1 persen, bunga berjenjang mulai 2,75 persen, dan tenor hingga 30 tahun. Sebelum pameran, 880 unit hunian telah dipesan dengan nilai transaksi lebih dari Rp500 miliar.

Sep 06, 2026 - 11:49
Updated: 1 month ago
0 0
Target Rp200 M per Bank BUMN, Danantara Optimistis KPR Mengalir Deras di Housing Expo 2026
Target Rp200 M per Bank BUMN, Danantara Optimistis KPR Mengalir Deras di Housing Expo 2026

Jakarta, CNN Indonesia -- BPI Danantara Indonesia memasang target ambisius untuk penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) dari setiap bank BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) pada Danantara Housing Expo 2026. Masing-masing bank ditargetkan menyalurkan KPR sekitar Rp200 miliar selama pameran yang berlangsung pada 27-30 Agustus 2026.

Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, mengungkapkan bahwa target tersebut merupakan bagian dari upaya Himbara untuk memperluas akses pembiayaan perumahan melalui pameran yang digelar oleh Danantara. "Kalau di target mungkin Rp200 miliar per Himbara kurang lebih seperti itu. Perkiraan saya bank-bank yang lain kurang lebih angka yang sama," kata Aris dalam konferensi pers di Gedung Danantara, Jakarta, Jumat (21/8).

Aris menegaskan bahwa target tersebut bukan semata-mata mengejar penyaluran kredit. Menurutnya, kolaborasi melalui Danantara Housing Expo diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian dengan mengintegrasikan pengembang, perbankan, dan perusahaan asuransi dalam satu ekosistem. "Yang lebih penting lagi adalah ekosistem perumahan ini bisa bergerak dalam satu event," ujarnya.

Dalam pameran ini, pembiayaan KPR menawarkan sejumlah kemudahan, termasuk uang muka (DP) mulai 1 persen, suku bunga berjenjang mulai 2,75 persen, serta tenor hingga 30 tahun. Selain itu, biaya provisi, appraisal, dan administrasi juga dibebaskan selama periode pameran. Aris menjelaskan bahwa skema bunga berjenjang memungkinkan nasabah menyesuaikan cicilan dengan pendapatan mereka yang diperkirakan meningkat. "Bunga berjenjang ini sebenarnya nasabah atau konsumen nanti akan bisa menyesuaikan dengan pendapatan dia yang dia isikan naik. Jadi kita mengikuti dengan pendapatan dari calon pembeli rumah ini nanti," jelasnya.

Pembiayaan tidak hanya menyasar nasabah eksisting masing-masing bank. Himbara juga dapat menawarkan pembiayaan kepada calon pembeli yang sebelumnya belum menjadi nasabah bank tersebut, sehingga memperluas jangkauan pasar.

Senior Director Sector Specialist Property & Real Estate Danantara Asset Management, Dian Takdir Badrsyah, mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap program ini sudah terlihat sebelum pameran resmi dimulai. Ia mencatat sebanyak 880 unit hunian telah dipesan melalui periode pre-event dengan nilai transaksi lebih dari Rp500 miliar. "Transaksi kami sudah 880 unit sampai saat ini dan nilai rupiahnya sudah di atas Rp500 miliar. Jadi ini angka-angka yang sangat menarik yang terlihat bahwa animo masyarakat akan adanya Danantara Expo ini sangat baik," kata Dian.

Danantara Housing Expo 2026 akan menawarkan lebih dari 130 ribu unit hunian dari sekitar 130 pengembang, baik BUMN maupun swasta. Sekitar 49 ribu unit di antaranya merupakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yang tersebar di Jawa dan luar Jawa. Pameran akan menghadirkan berbagai jenis hunian, mulai dari rumah tapak, apartemen, hingga hunian berkonsep transit oriented development (TOD).

Danantara menyebut pameran tersebut merupakan bagian dari dukungan ekosistem BUMN terhadap Program 3 Juta Rumah pemerintah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User