Pemerintah Yaman Berupaya Pulihkan Ekspor Minyak di Tengah Blokade Houthi
Presiden Yaman Rashad al-Alimi mengumumkan upaya pemulihan ekspor minyak dengan dukungan Arab Saudi. Kelompok Houthi terus memblokade ekspor sebagai bentuk pembalasan terhadap dugaan provokasi Saudi.
Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional berupaya memulihkan ekspor minyak di tengah blokade yang diberlakukan oleh kelompok Houthi. Presiden Rashad al-Alimi menyatakan bahwa langkah ini akan dimulai pada Senin, 20 Juli 2026, dengan dukungan dari Arab Saudi.
Al-Alimi menekankan bahwa pemerintahannya telah menunjukkan tingkat pengendalian dan pengekangan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini disampaikan dalam pernyataan resmi yang dikutip oleh media setempat.
Sementara itu, kelompok Houthi terus menghalangi ekspor minyak dan menegaskan bahwa blokade tersebut merupakan bentuk pembalasan atas dugaan provokasi yang dilakukan oleh Arab Saudi. Houthi mengklaim bahwa tindakan mereka adalah respons terhadap campur tangan asing di Yaman.
Upaya pemulihan ekspor minyak ini menjadi krusial bagi perekonomian Yaman yang telah terpuruk akibat konflik berkepanjangan. Sebelum perang, Yaman merupakan salah satu produsen minyak kecil di kawasan Teluk.
Dukungan Arab Saudi dianggap penting karena negara tersebut memiliki pengaruh besar di Yaman dan telah memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah yang diakui sejak 2015.
Belum ada tanggapan resmi dari pihak Houthi terkait rencana pemerintah untuk memulihkan ekspor minyak. Namun, blokade yang mereka terapkan diperkirakan akan menjadi hambatan utama dalam realisasi rencana tersebut.
Situasi ini menambah kompleksitas konflik Yaman yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade, dengan dampak kemanusiaan yang parah bagi penduduk setempat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)