Klarifikasi Sekolah Terkait Dugaan Perundungan Siswi SD di Padang yang Meninggal
Pihak SD Negeri 33 Rawang, Padang, memberikan klarifikasi terkait dugaan perundungan terhadap siswi NH (10) yang meninggal dunia. Kepala sekolah menyatakan belum menemukan bukti perundungan setelah menelusuri keterangan guru dan siswa. Sekolah mengaku kehilangan dan siap membantu proses hukum.
Meninggalnya seorang siswi kelas III SD Negeri 33 Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, berinisial NH (10), masih menjadi perhatian publik. Keluarga korban menduga anak tersebut mengalami perundungan sebelum kondisi kesehatannya menurun hingga akhirnya meninggal dunia.
Menanggapi dugaan tersebut, pihak SD Negeri 33 Rawang memberikan klarifikasi. Kepala sekolah, Siptah Hayadi, mengatakan telah melakukan penelusuran dengan meminta keterangan dari sejumlah guru dan siswa untuk mengetahui fakta yang sebenarnya.
Menurut Siptah, hingga saat ini pihak sekolah belum menemukan bukti yang menguatkan dugaan bahwa korban mengalami perundungan selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah. "Hasil penelusuran yang kami lakukan bersama guru dan sejumlah siswa belum menemukan fakta yang mengarah pada adanya tindakan perundungan terhadap korban," ujarnya, Senin (27/7).
Ia menjelaskan, informasi yang diperoleh pihak sekolah dari hasil penelusuran berbeda dengan keterangan yang sebelumnya disampaikan oleh keluarga korban kepada publik. Meski demikian, pihak sekolah mengaku tetap menghormati proses yang sedang berjalan dan siap memberikan keterangan apabila dibutuhkan oleh pihak berwenang.
Siptah mengatakan seluruh guru dan tenaga kependidikan merasa sangat kehilangan atas meninggalnya NH. Menurutnya, selama ini sekolah menerapkan pengawasan terhadap seluruh aktivitas siswa, baik ketika proses belajar mengajar berlangsung maupun saat jam istirahat. Bentuk pengawasan tersebut di antaranya membatasi izin siswa keluar kelas saat pelajaran berlangsung serta menempatkan guru untuk memantau aktivitas anak-anak di lingkungan sekolah.
Selain itu, pihak sekolah menyebut NH dikenal sebagai siswi yang ramah, mudah bergaul, serta memiliki prestasi dan bakat. Karena itu, warga sekolah mengaku terkejut ketika muncul dugaan perundungan yang dikaitkan dengan meninggalnya korban.
Sementara itu, ayah korban, Wahid Al Amin, mengatakan putrinya mulai mengeluhkan rasa sakit beberapa jam setelah pulang sekolah. Keesokan harinya, NH tidak masuk sekolah karena mengeluhkan nyeri hebat pada bagian pinggang. Memasuki malam hari, kondisi korban terus memburuk dengan demam tinggi dan nyeri pinggang. Keluarga berencana membawanya ke rumah sakit, namun sempat tertunda karena korban kesakitan saat hendak dipindahkan. Setelah mendapatkan perawatan, tim medis melakukan serangkaian pemeriksaan. Wahid menyatakan tidak akan melaporkan kasus ini karena tidak ingin jenazah anaknya dibongkar untuk penyelidikan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)