Kabut Asap Karhutla RI Makin Parah, 108 Sekolah di Sarawak Tutup dan Iran Sindir Trump soal California
Kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Indonesia memaksa 108 sekolah di Serian, Sarawak, Malaysia tutup karena indeks polusi udara melebihi 200. Sementara itu, Iran mengejek klaim Trump atas Selat Hormuz dengan menyebut California sebagai wilayah baru mereka, dan Rusia mengolok-olok pernyataan Trump sebagai lelucon.
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan terus meluas hingga ke negara tetangga, memicu penutupan massal sekolah di Malaysia dan menjadi sorotan media internasional. Di sisi lain, ketegangan Amerika Serikat-Iran masih memanas dengan saling sindir di media sosial.
Sebanyak 108 sekolah di Serian, negara bagian Sarawak, Malaysia, terpaksa ditutup setelah kualitas udara memburuk akibat kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan di Kalimantan, Indonesia. Penutupan dilakukan setelah Indeks Polusi Udara (API) mencatat angka di atas 200, level yang dianggap sangat tidak sehat.
Komite Manajemen Bencana Sarawak menyatakan bahwa selama masa penutupan, para murid akan belajar dari rumah agar kesehatan mereka tidak terganggu. Kebijakan ini merujuk pada Rencana Aksi Kabut Asap Nasional yang memberikan kewenangan kepada direktur Dinas Pendidikan Negara Bagian Sarawak untuk menutup sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak begitu API mencapai 200.
Sementara itu, di tengah krisis lingkungan yang melanda kawasan Asia Tenggara, hubungan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengeklaim Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat, sebuah pernyataan yang langsung mendapat respons sinis dari Iran.
Akun media sosial resmi Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad, India, @IraninHyderabad, me-repost unggahan Gedung Putih yang berisi tangkapan layar konten Trump di Truth Social. Dalam unggahan tersebut, Iran menampilkan peta Amerika Serikat dengan California yang ditandai warna biru dan disertai tulisan "WILAYAH BARU REPUBLIK ISLAM IRAN" sebagai ejekan atas klaim Trump.
Tak hanya Iran, Rusia pun ikut mengomentari pernyataan Trump. Perwakilan Tetap Rusia untuk organisasi-organisasi internasional di Wina, Mikhail Ulyanov, melalui akun X-nya menulis bahwa Gedung Putih mengonfirmasi ancaman Trump untuk menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah AS hanyalah lelucon. Ia menyebutnya sebagai "selera humor yang sangat istimewa".
Unggahan Ulyanov tersebut kemudian disebarluaskan oleh sejumlah media internasional, termasuk IRNA Iran, saba.net Yaman, Dawn Pakistan, dan Middle East Eye. Ketegangan diplomatik ini menambah daftar panjang perseteruan antara AS dan Iran yang terus berlanjut.
Sementara itu, dampak karhutla di Indonesia tidak hanya dirasakan Malaysia, tetapi juga menjadi perhatian global. Kualitas udara yang memburuk di beberapa wilayah tetangga menunjukkan bahwa masalah lingkungan ini membutuhkan penanganan serius dari semua pihak terkait.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)